Kalah Sebelum Bertanding

gambar hanya ilustrasi

Ketika kita memikirkan pemimpin hebat, banyak dari kita memikirkan Nelson Mandela, Winston Churchill atau Mahatma Gandhi.

Mereka semua melambangkan konsep \ pemimpin hebat\ sebagai seseorang yang menginspirasi orang lain untuk melakukan hal-hal besar.

Dalam banyak hal, orang-orang ini kalah sebelum mereka mendapatkan kebesaran mereka.

Namun, ini tidak mengurangi kontribusi mereka kepada masyarakat.

Banyak yang menganggap Nelson Mandela sebagai pahlawan karena berjuang melawan ketidakadilan selama beberapa dekade sebelum berhasil mengakhiri apartheid di Afrika Selatan.

Faktanya, dia menghabiskan 27 tahun di penjara di bawah sistem itu dan dilarang berlatih hukum setelah dia meninggalkan penjara.

Namun, Mandela tetap berkomitmen untuk mengakhiri apartheid meskipun itu merugikan dirinya sendiri.

Dengan tetap bersikap positif, dia berperan penting dalam mengakhiri kekuasaan minoritas kulit putih di Afrika Selatan.

Contoh lain untuk tetap positif dan melakukan hal-hal besar meskipun menghadapi kesulitan adalah Winston Churchill.

Meskipun memiliki masalah perut kronis yang memaksanya untuk makan makanan ringan dan minuman manis, Churchill tidak pernah menyerah pada tujuannya menjadi Perdana Menteri Inggris.

Bahkan ketika beberapa penasihat mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan pernah menjadi Perdana Johnson, kesehatan membuatnya tidak dapat mencapai tujuannya selama hampir 20 tahun lebih lama dari yang diharapkan.

Namun, Churchill menolak untuk menyerah dan bertahan sampai akhirnya menjadi Perdana Menteri pada usia 65 tahun.

Negara masih memiliki keraguan tentang apakah Churchill akan mampu melakukan pekerjaan yang kompeten sebagai Perdana Menteri, tetapi Churchill tetap positif dan tidak membiarkan mereka mendapatkan kepadanya juga.

Akibatnya, Inggris Raya mampu menyatukan kerajaannya selama Perang Dunia II sementara memiliki seorang pemimpin yang tidak akan membiarkan kesulitan mengalahkannya.

Tidak seperti Nelson Mandela dan Winston Churchill@ keduanya memiliki karir yang cemerlang sebelum menjadi pemimpin besar@ Ghandi memiliki lebih sedikit prestasi di depannya ketika ia menjadi pemimpin bagi orang India yang mencari kemerdekaan dari pemerintahan Inggris.

Faktanya, Gandhi baru saja mulai mempraktikkan hukum ketika Inggris memberikan India kemerdekaannya pada tahun 1947@ 16 tahun setelah Parlemen Inggris pertama kali mengesahkan Undang-Undang India yang memberikan pemerintahan sendiri kepada orang India.

Terlepas dari awal yang sulit ini @ termasuk hukuman penjara karena taktik protes tanpa kekerasannya @ Gandhi menolak untuk membiarkan hal-hal negatif menguasai dirinya.

Sebaliknya, ia mengkhotbahkan optimisme dan disiplin diri sampai rakyatnya sendiri melawan kolonialisme Inggris daripada menunggu bantuan dari sumber luar seperti yang diinginkan Gandhi.

Meskipun orang-orang ini kalah sebelum mereka mendapatkan kebesaran mereka, keberanian mereka menginspirasi jutaan orang sepanjang sejarah untuk mengikuti jejak mereka baik secara fisik maupun emosional.

Dengan tetap positif dan percaya pada kemampuan orang lain alih-alih meragukan mereka seperti yang dilakukan orang lain terhadap mereka, Nelson Mandela menginspirasi para pemimpin Afrika lainnya untuk mengikuti teladannya sehingga Afrika Selatan bisa menjadi negara kesatuan yang bebas daripada terpecah oleh apartheid seperti Amerika Utara dengan ras diskriminasi hari ini! Hasilnya, kekalahan Mandela benar-benar menguatkan dunia dengan menunjukkan kepada kita betapa pentingnya bukan hanya untuk menang tetapi juga betapa pentingnya bagi kita semua @ tidak peduli seberapa lemah atau tidak beruntung yang kita rasakan @ , untuk tetap positif apa pun yang terjadi!

BERSAING DALAM OLAHRAGA ADALAH PENGALAMAN YANG MENYENANGKAN DAN BERMANFAAT BAGI BANYAK ORANG.

Namun, itu juga bisa sangat sulit dan melelahkan.

Banyak atlet menyerah atau tidak pernah sukses karena tidak memahami konsep dasar bertanding.

Sebelum memulai olahraga mereka, banyak atlet harus membiasakan diri dengan tahapan kalah sebelum bertanding dan belajar bagaimana mengelola citra diri dan kebanggaan mereka untuk mencapai tujuan mereka.

Langkah pertama untuk kalah adalah yakin bahwa Kamu perlu kehilangan.

Atlet harus memahami bahwa menjadi sukses dalam olahraga tidak tergantung pada memenangkan kompetisi.

Sebaliknya, perlu mempersiapkan sesi latihan, berlatih keras, makan dengan baik, dan mempertahankan sikap positif.

Mencapai kesuksesan tidaklah mudah; butuh pengorbanan dan ketekunan.

Ketika seorang atlet memahami hal ini, mereka dapat dengan mudah menghindari jebakan ingin kalah sebelum bertanding.

Sebaliknya, mereka akan mempersiapkan diri secara menyeluruh dan memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka tanpa pernah menyerah atau membiarkan citra diri mereka tergores.

Untuk bersaing Kamu harus mengorbankan citra diri dan harga diri.

Mungkin sulit bagi beberapa atlet untuk melepaskan ego mereka ketika berlatih atau bermain olahraga karena menghilangkan kesenangan mereka terhadap aktivitas tersebut.

Namun, mengorbankan ego seseorang diperlukan jika seseorang ingin bersaing dengan sukses karena rekan satu tim jauh lebih kuat ketika berbagi masalah dengan mereka daripada mengeluh pada kelemahan atau keluhan mereka.

Berbagi kelemahan dengan rekan satu tim membantu semua orang dalam tim meningkatkan dan mencapai kehebatan bersama @ sesuatu yang citra diri tidak akan memungkinkan pemain solo melakukannya secara efektif.

Jika rekan satu tim tidak mau atau tidak mampu mengorbankan harga dirinya dengan menerima bantuan dari orang lain ketika berjuang, dia akan mencegah dirinya menjadi partikelng yang sukses dalam hal apa pun dalam hidupnya.

Atlet yang tidak mau atau tidak mampu mengorbankan harga dirinya tidak akan pernah bisa menjadi hebat dalam segala hal karena mereka akan selalu mencari orang lain untuk mengangkatnya ketika mereka jatuh atau tidak lagi tampil cukup baik@ keadaan kelemahan terus-menerus yang tidak akan memenangkan permainan atau mendapatkan pengakuan apa pun bagi mereka yang cukup keras kepala untuk tidak pergi dari keadaan seperti itu begitu terjadi.

Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki ketabahan seperti itu tidak akan punya pilihan selain menemukan pelipur lara di area lain pernah gagal pada apa pun yang mereka coba terlalu keras sejak awal@ dengan cepat mengubah hobi apa pun yang mereka tinggalkan menjadi sumber harapan lain yang tidak terpenuhi yang hanya semakin melemahkan mereka daripada membantu mereka mendapatkan kembali beberapa bentuk stabilitas karena tidak ada yang bisa pernah berharap terus-menerus untuk mengangkat orang lain sambil merendahkan diri begitu rendah diri sendiri bahkan tidak bisa mencapai tingkat orang lain apalagi membantu orang lain mengatasi rintangan apa pun yang menghalangi orang lain dan y lebih dari satu akan membantu diri sendiri mengatasi hambatan setelah melakukannya sendiri sehingga tidak ada yang akan memiliki alasan tersisa tidak menginginkan apa yang tidak dapat dilakukan sendiri seKamuinya orang lain cukup bersedia melakukan upaya yang diperlukan tidak hanya melakukan apa yang dapat dilakukan sendiri tetapi sebenarnya bekerja dengan orang lain setelah melakukan apa yang cukup dapat dilakukan sendiri sehingga orang lain dapat bergabung dalam melakukan apa yang dilakukan sendiri setelah bekerja dengan orang lain cukup lama sehingga keduanya telah mencapai apa yang tidak dapat dilakukan sendiri tanpa akhirnya menemukan rasa nyaman bersama tidak peduli seberapa jauh masing-masing mungkin merasa secara individual sehingga memungkinkan kedua waktu terpisah setelah waktu bersama-sama lagi sehingga memperkuat kedua orang secara individu sampai saat itu masing-masing merasa cukup kuat bersama lagi sehingga tidak peduli seberapa jauh orang mungkin merasa secara individu keduanya akhirnya akan menemukan pelipur lara lagi sampai seperti itu waktu ketika sesuatu yang baru memanggil mereka lagi meninggalkan kenyamanan seperti itu lagi hanya lebih kuat kali ini pergi di belakang hal-hal yang lebih besar sampai saat sesuatu yang baru memanggil mereka lagi meninggalkan hal-hal yang lebih besar lagi sampai saat sesuatu yang baru dipanggil lagi meninggalkan hal-hal terbesar sekali lagi hanya lebih kuat lagi sampai sesuatu yang baru memanggil mereka sekali lagi…*** ** Bersaing bisa menjadi perjuangan berat bagi siapa saja yang memilih jalur karir ini karena sangat melemahkan diri sendiri


SELENGKAPNYA TONTON VIDEO INI
#Tag Artikel

  • kalah sebelum bertanding
  • kalah sebelum bertanding menggambarkan orang yang bersifat
  • Admin

    Suka Gadget, Elektronik, Suka berkreasi, serba bisa dan apa adanya

    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama