Tuhan, Mengapa Harus Ayahku?


Tuhan, Mengapa Harus Ayahku?

( by Fridya Bunga Ananto )

Malam itu rembulan terang menyinari diriku yang saat itu sedang duduk diteras rumahku. Aku tenggelam dengan indahnya rembulan pada malam itu. Dengan hembusan angin malam yang dingin aku terbuai. 

Lamunanku tak lama pecah karena suara yang baru saja menyapaku. Betul saja itu ayahku, ia selalu menemaniku dikala pikiranku sedang kacau, ntah karena sekolah atau pun hal lainnya.

Menurutku, ayahku adalah sosok kepala rumah tangga serta sahabat baikku. Tak ada rahasia sedikit pun antara aku dan ayahku. Ia adalah sosok yang baik, penyabar, serta selalu memberikan kasih sayang yang banyak terlebih kepada anak-anaknya. 

Aku memiliki 2 saudara, diantara kakakku dan adikku memang hanya aku yang sangat dekat dengan ayah. Aku selalu senang saat mendapat pelukannya, aku merasa tak ada pelukan sehangat pelukannya.

Ayahku senang sekali mengajakku pergi ketempat-tempat yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Sejak aku masih kecil ayahku sudah sering sekali mengajakku pergi. Menghabiskan waktu bersama hingga mencoba hal-hal baru. Kala itu aku senang, sangat senang sekali. Keseharianku bersama ayahku tak pernah membosankan, aku selalu menyukainya.

 Hari seiring berlalu, kicauan burung terdengar. Mataharipun mulai menampakkan dirinya kepada khalayak. Aku terbangun dari tidurku dan beranjak dari tempat tidurku itu. Saat aku keluar kamar aku mendengar suara alunan dari salah satu alat musik. Aku segera menghampirinya, karena aku sudah tahu siapa pemiliknya. Benar saja itu milik ayahku. 

Pagi itu ayahku bernyanyi sambil memainkan alat musiknya yaitu gitar kesayangannya. Ditemani dengan secangkir kopi dimeja dan mengenakan sarung kesukaannya ia duduk dibangku hijau kesayangannya. 

Dengan gitar yang sedari tadi ia mainkan ia tenggelam dengan alunan lagunya, nada demi nada ia terhanyut. Melihat itu akupun langsung duduk dibawah dekat meja, sembari menyantap nasi goreng buatan bunda. Semua berkumpul diruangan tersebut sambil menikmati indahnya alunan lagu serta suara gitar yang ayah mainkan. Semua senang dan bergembira bersama dikala itu.

Admin

Suka Gadget, Elektronik, Suka berkreasi, serba bisa dan apa adanya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama